PENGARUH SIKAP, NORMA SUBJEKTIF DAN KENDALI PERILAKU TERHADAP NIAT KEPATUHAN PEGAWAI IAIN SURAKARTA DALAM MEMBAYAR ZAKAT

Mei Candra Mahardika* -  IAIN Surakarta, Indonesia

DOI : 10.22515/ajdc.v1i2.2765

Zakat is an obligation for Muslims who have more wealth. The results of the study in 2011 by BAZNAS and FEM IPB found the fact that the potential for zakat in Indonesia reached 217 trillion, while from that potential could only collect 1.729 trillion. This study used the planned behaviour theory from Ajzein and Fizbein which states attitudes, subjective norms, and behavioral control have a relationship with the intention. The study formulation looked at the determinants of IAIN Surakarta employees’ intentions in paying zakat. This study used a quantitative approach with a survey method using a questionnaire instrument. The population in this study were 445 employes of IAIN Surakarta. The samples of the study were 159 employes who were alreday civil servants. The data analysis techniques were quantitative descriptive and inferential descriptive. The result of the study explained that there was a relationship between attitudes, subjective norm, and behavioural control with the intention of IAIN Surakarta employees in paying zakat. Behaviour control has the highest relationship with intention. The behaviour in paying zakat carried out by IAIN Surakarta employees cannot be separated from the role of institution that use internal policies to encourage their employees to carry out zakat obligations. The existence of the Zakat Management Unit (UPZ) facilitates the collection and management of zakat from IAIN Surakarta employees themselves. The influence of co-workers also increases the understanding of religion, especially the obligation of zakat for employees who have civil servant status, because their income has reached nisab (limit) to pay zakat.

Keywords
Zakat, Intention, Muzakki, IAIN Surakarta
  1. BAZNAS, P. K. S. (2011). Outlook Zakat Indonesia.
  2. Bukhari, A. (1992). Shahih Bukhari Juz 1. Dar Al Kutub Al Ilmiyah.
  3. Cruzz, L. Da. (2015). Aplikasi Theory of Planned Behaviour Dalam Membangkitkan Niat Berwirausaha Bagi Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNPAZ. Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 12, 900.
  4. Didin, H. (1998). Panduan Praktis TentanGg Zakat Infak Sedekah. Gema Insani.
  5. Erich, F. (2019). Psikoanalisis dan Agama (Terjemahan). Prasetya Utama.
  6. Fatah, D. . (2008). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Preferensi Karyawan Pertamina dalam Membayar Zakat Profesi melalui Baituzzakah Pertamina. Ekonomi Keuangan Dan Bisnis PSTTI Universitas Indonesia.
  7. Firmansyah. (2013). Zakat sebagai Instrumen Pengentasan Kemiskinan dan Kesenjangan Pendapatan. Ekonomi Dan Pembangunan, 21, 180.
  8. Hastomo, A. (2014). Intensi Muzakki Membayar Zakat Pendeketan Teori Planned Behaviour Modifikasi Studi Terhadap Pegawai Kementerian Agama Pusata. Bimas Islam, 7, 492.
  9. Isaac, S. and W. B. M. (2009). Metode Penelitian Sosial. Refika Aditama.
  10. Marpuah. (2014). Zakat Produktif di Perkantoran BUMN Studi Kasus di PT Arun Kota Lhokseumawe Nangroe Aceh Darussalam. Penelitian Dan Pengabdian, 2.
  11. Morrisan. (2012). Metode Penelitian Survei. Kencana.
  12. Nadjat, D. H. (2001). Identifikasi Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Muzaki dalam Mengeluarkan Zakat Mal Melalui Lembaga Pengelola Zakat di Kota Bandung. Institut Teknologi Bandung.
  13. Neuwman, L. (2013). Metodologi Penelitian Sosial. Indeks.
  14. Nuryana, F. (2016). Pengaruh Sikap, Norma Subjektif dan Kontrol Perilaku Terhadap Niat Kepatuhan Muzakki Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam Membayar Zakat Profesi pada Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Sumenep. Nuansa, 13.
  15. Pambudi, H. A., & Ag, S. (n.d.). PERANAN ZAKAT PRODUKTIF DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN (Studi kasus pada Badan Amil Zakat (BAZ) Kabupaten Kebumen).
  16. Purnama, P. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensi Muzaki Membayar Zakat : Sebuah Survey pada Masyarakat Kota Bekasi. Maslahah, 7, 101.
  17. Rafi, M. (2011). Potensi Zakat (Dari Konsumtif-Karikatif ke Produktif-Berdaya Guna) Perspektif Hukum Islam. Citra Pustaka.
  18. Rahardjo, M. D. (1999). Islam dan Transformasi Sosial Ekonomi. Lembaga Studi Agama dan Filsafat.
  19. Rosmawati, R. (2014). Pengembangan Potensi Dana Zakat Produktif Melalui Lembaga Amil Zakat (LAS) Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat. Ilmu Hukum, 1.
  20. Rusli, D. (2013). Analisis Dampak Pemberian Modal Zakat Produktif Terhadap Pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara. Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 1, 56–63.
  21. Sartika, M. (2008). Pengaruh Pendayagunaan Zakat Produktif Terhadap Pemberdayaan Mustahik pada LAZ Yayasan Solo Peduli Surakarta. Ekonomi Islam, 2.
  22. Silalahi, U. (2009). Metode Penelitian Sosial. PT. Refika Aditama.
  23. Sururin. (2004). Ilmu Jiwa Agama. PT. Raja Grafindo.
  24. Suwarno, dan S. (2015). Kajian Pendayagunaan Zakat Produktif Sebagai Alat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (Mustahik) pada LAZISMU PDM di Kabupaten Gresik. BENEFIT Manajemen Dan Bisnis, 19.
  25. Utsaimin, A. M. bin S. (2011). Fiqh Zakat Kontemporer Soal Jawab Ihwal Zakat dari Klasik Hingga Terkini, Terjemahan Ghazali Mukri. Al Qowam.
  26. Uzaifah. (2007). Studi Deskriptif Perilaku Dosen Perguruan Tinggi Islam DIY dalam Membayar Zakat. La-Riba Ekonomi Islam, 1.
  27. Wahbah, A. Z. (2008). Zakat Kajian Berbagai Mazhab. Remaja Rosadakarya.
  28. Winoto, G. N. (2011). Pengaruh Dana Zakat Produktif Terhadap Keuntungan Usaha Mustahik Penerima Zakat Studi Kasus BAZ Kota Semarang. Universitas Diponegoro.
  29. Wulansari, S. D. (2013). Analisis Peranan Dana Zakat Produktif Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Mustahik (Penerima Zakat) Studi Kasus Rumah Zakat Kota Semarang. Universitas Diponegoro Semarang.
  30. Zakat, F. (2011). Cetak Biru Pengembangan Zakat Indonesia 2011-2025 Panduan Masa Depan Zakat Indonesia.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2020-09-15
Published: 2020-11-05
Section: Articles
Article Statistics: 60 37