SEKILAS MENGENAL AT-TAFSIR AL-ADABI AL-IJTIMA'I | Ghafir | Al-Ahkam : Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum

SEKILAS MENGENAL AT-TAFSIR AL-ADABI AL-IJTIMA'I

Abd Ghafir

Abstract

Kemu'jizatan dan keluarbiasaan al-Qur'an terletak bukan saja pada seluruh kandungan misinya, akan tetapi juga terletak pada seluruh gaya bahasa yang dimilikinya. Dari aspek seluruh kandungan misinya, al-Qur'an mengatur, memberi petunjuk dan memberikan solusi untuk semua problematika aspek kehidupan manusia, baik ketika manusia menjalani hidup di dunia maupun ketika bagaimana ia harus mempersiapkan kehidupan akhiratnya. Tidak ada satu aspekpun dari kehidupan manusia yang luput dari misi al-Qur'an.

Hanya saja fakta mujmalitas al-Qur'anlah ynag kadang-kadang menjadi hambatan untuk menggali dan memahaminya. Namun para Mufassirin paham benar bahwa al-Qur'an itu sendiri memberikan ruang yang sangat lebar untuk mencari jalan bagaimana seharusnya agar mereka dapat menggali dan memahaminya dengan baik, benar dan jelas. Dengan berbagai latar belakang kehidupan sosial dan kemampuan intelektual mereka, diupayakanlah cara-cara menggali dan memahaminya, sehingga lahirlah apa yang disebut dengan Mufassirin dan Tafsirnya.

?????? ????????? ????????, adalah salah satu bentuk dari yang lahir tersebut, dan kelahirannya legitimit, sebab banyak ayat-ayat al-Qur'an yang menunut manusia agar mempergunakan akal-pikirannya untuk berfikir atas segala sesuatu, bahkan intuisipun dituntut hal yang sama. Tuntutan itulah sebenarnya yang menjadi dasar sebagian para ulama Mufassirin mengambil bentuk ?????? ????????? ???????? sebagai pilihan dalam upaya menggali dan memahami misi al-Qur'an.

Di sisi lain kemu'jizatan dan keluarbiasaan al-Qur'an dari segi gaya bahasa al-Qur'an yang memliki nilai sastra yang amat tinggi, sebenarnya sekaligus sebagai tandingan atas syair-syair bahasa Arab yang terdapat dalam masyarakat Arab, yang terkenal memiliki nilai sastra yang tinggi pada waktu itu. Sehingga wajarlah kalau dari segi gaya bahasanya saja, al-Qur'an sebagai mu'jizat yang luarbiasa Menyadari seluruh kandungan misi al-Qur'an dan keindahan gaya bahasa dalam al-Qur'an, maka para Mufassirin ?????? ????????? ???????? tergugah untuk mengembangkan penafsiran mereka dengan gaya bahasa yang indah, tanpa mengabaikan norma-norma yang dikendaki oleh misi al-Qurian itu sendiri

References


Abd al-Hayy al-Farmawi, Metode Tafsir Maudhu'iy Suatu Pengantar, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1994.

Ahmad Asy-Syirbani, Sejarah Tafsir Qur'an, Pustaka Firdaus, Jakarta. 1985

Ali Hasan Al-'Aridh, Sejarah dan Metodologi Tafsir, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1994.

Al-Jami'ah, Majalah Ilmu Pengetahuan Agama Islam, No. 26 IAIN "SUKA", Yogyakarta, 1981.

Departemen Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya, CV. Thoha Putra, Semarang , 1990.

Manna' Khalil al-Qattan, Studi ilmu-ilmu Qur'an, Pustaka Litera Antar Nusa, Bogor, 1996.

Muhammad Husaian al-Dzahabi, Al-Tafsir wa al-Mufassirun, jilid 2, Dar al-Fikr, Beirut, 1976.

Quraish Shihab, Studi Kritis Tafsir Al-Manar, Karya Muhammad Abduh danM.RasyidRidha Pustaka Hidayah, Bandung, 1994.

----------------, Sejarah dan 'Ulum al-Qur'an, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1999.


Full Text: PDF
DOI: 10.22515/al-ahkam.v1i1.102

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.