Peran Penerimaan Sosial terhadap Psikopatologi Perkembangan Sindrom Tourette Pada Anak | Prima | BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak

Peran Penerimaan Sosial terhadap Psikopatologi Perkembangan Sindrom Tourette Pada Anak

Ellen Prima

Abstract

One of the developmental psychopathology types that often occur in childhood is Tourette's syndrome which begins with mild symptoms such as mild tic movements on the face, head or hands. Tic will often arise when the children feel under pressure (stress) and their emotion is unstable. It increases simultaneously with ones age including legs and other body parts. Tourette's syndrome may infect every one of all ethnic groups. The aim of this study was to identify and describe the role of social acceptance towards the developmental psychopathology of Tourette's syndrome in children. Therefore, this study uses a descriptive qualitative method. The results of this study indicate that the social acceptance (environment) helps a person to adapt well and be able to use his full potential, especially for the person suffering from developmental psychopathology of Tourettes syndrome.

Salah satu jenis psikopatologi perkembangan yang sering terjadi pada masa kanak-kanak yaitu sindrom tourette yang diawali dengan gejala ringan seperti gerakan tik ringan pada wajah, kepala atau tangan. Tik sering muncul jika anak merasa tertekan (stres) dan adanya ketidakstabilan emosi. Hal itu semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang yang mencakup beberapa bagian tubuh lain seperti kaki dan anggota tubuh yang lain. Sindrom tourette dapat terjadi pada setiap orang dari semua kelompok etnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan peran penerimaan sosial terhadap psikopatologi perkembangan sindrom Tourette pada anak. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan secara sosial (lingkungan) sangat membantu seseorang dalam beradaptasi dengan baik dan dapat menggunakan potensinya secara maksimal terutama bagi orang yang mengalami penyimpangan perkembangan salah satunya adalah sindrom tourette.

Keywords



References


Bell, J. 2009. Family system nursing: Reexamined. Journal of family nursing, 15(2), 123-129.

Brown, R. T. & Sammons, M. T. 2002. Pediatric psychopharmacology : A review of new developments and recent research. Professional Psychology : Research and Practice, 33(2), 135-147.

Bruun, R. D., Cohen, D. J. & Leckman, J. F. 1994. Tourette disorder : Guide to the diagnosis and treatment of tourettes syndrome. Tourette Syndrome Association, 102(1), 14-19.

Chamidah, A.N. 2009. Deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Jurnal Pendidikan Khusus, 5(2), 83-93.

Dhamayanti, M., Riandani, I. & Resna, L. 2004. Tourette syndrome. Paediatrica Indonesiana, 42, 31-40.

Hurlock, E.B. 1980. Psikologi perkembangan : Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (terjemahan). Jakarta : Erlangga.

Karina, S.M. & Suryanto. 2012. Pengaruh keterbukaan diri terhadap penerimaan sosial pada anggota komunitas backpacker Indonesia regional surabaya dengan kepercayaan terhadap dunia maya sebagai intervening variabel. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 1(2), 1-8.

Kohen, D. P. & Botts, P. 1987. Relaxation-imagery (self-hypnosis) in tourette syndrome : Experience with four children. American Journal of Clinical Hypnosis, 29(4), 227-237.

Maslim, R. 2003. Buku saku diagnosis gangguan jiwa : Rujukan ringkas dari PPDGJ-III. Jakarta : Nuh Jaya

Moe, P.G., Benke, T.A. & Bernard, T.J. 2007. Neurologic and muscular disorders in current diagnosis and treatment in pediatrics 18th edition. USA : Lange Medical Books-McGraw-Hill.

Moleong, L.J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Piacentini, J. 2004. Behavioral therapy : Habit reversal. 4th International Scientific Symposium on Tourette Syndrome, Cleveland, Ohio, June 25th - 27th, 2004.

Resna, L., Wiguna,T. & Jan,P. 2003. Gilles de la tourette syndrome indonesian psychiatric quarterely. Jakarta : Yayasan Kesehatan Jiwa Dharmawangsa.

Robertson, M. M. 2000. Invited review: Tourettes syndrome, associated conditions, and the complexities of treatment. Brain, 123, 425-462.

Robertson, M.M. 2012. The gilles de la tourette syndrome : The current status. Arch Disorder Child Education Practice. doi:10.1136/archdischild-2011-300585.

Sims, A. & Stack, B. 2009. Tourettes syndrome : A pilot study for the discontinuance of a movement disorder. The Journal of Craniomandibular Practice, 27(1), 11-18.

Staff Development in Special Education Tourette Syndrome. 2006. American academy of special education professionals (AASEP). Diakses pada tanggal 8 Desember 2012.

http://www.naset.org/fileadmin/user_upload/Pro_Development/Tourette_Syndrome.pdf.

Storch, E.A., Merlo, L.J., Lack, C., Milsom, V.A., Geffken, G.R., Goodman, W.K. & Murphy, T.K. 2007. Quality of life in youth with tourettes syndrome and chronic tic disorder. Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology, 36(2), 217-227.

Wilhelm, S., Deckersbach, T., Coffey, B. J., Bohne, A., Peterson, A. L. & Baer, L. 2003. Habit reversal versus supportive psychotherapy for tourettes disorder : A randomized controlled trial. American Journal of Psychiatry, 160(6), 1175-1177.


Full Text: PDF
DOI: 10.22515/bg.v1i2.234

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.