Pendidikan Keluarga melalui Keterampilan Mendengar: Studi Kasus di Wedung, Demak | Bastomi | BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak

Pendidikan Keluarga melalui Keterampilan Mendengar: Studi Kasus di Wedung, Demak

Hasan Bastomi

Abstract

A family is the smallest comunity in society. It is the first environment (milleu) for the children in having interaction. This correlation pattern is embodied by the attitude and behavior of parents towards their children, one of them is through listening culture. This research employed a field research method with descriptive qualitative analisys technique. The research data collected subsequently analyzed by using deductive and inductive approaches related with listening skill of parents in Desa Mutih Wetan Wedung Demak. The result of the research shows that listening skill is important in the family especially the awareness for parents in entrusting their children to express any idea or opinion.

Keluarga merupakan komunitas terkecil dalam masyarakat. Ia merupakan lingkungan pertama bagi anak dalam berinteraksi. Pola hubungan ini diwujudkan dengan sikap dan perilaku orang tua terhadap anak, salah satunya dengan budaya mendengar. Penelitian ini mengunakan metode riset lapangan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan deduktif dan pendekatan induktif yang berkenaan dengan ketrampilan mendengar orang tua di Desa Mutih Wetan Wedung Demak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketrampilan mendengar penting dalam keluarga terutama kesadaran bagi orang tua dalam memberikan kepercayaan kepada anak untuk mengeluarkan segala ide ataupun gagasan yang dimilikinya.

Keywords


Education, Family, Listening Skill

References


Al Ati, Hammudah Abd. 1998. Keluarga Muslim. Surabaya: Bina Ilmu.

Al-Faqi, Sobri Mersi. 2011. Solusi Problematika Rumah Tangga Modern. terj. Najib Junaidi dkk. Surabaya: Pustaka Yasir.

Al-Hasan, Yusuf Muhammad. 1997. Al-Wajiz Tarbiyah, terj. Muhammad Yusuf Harun,Pendidikan Anak dalam Islam. Jakarta: Yayasan Al-Sofwa.

Al-Mahami, Muhammad Kamil Hasan. 2010. Ensiklopedia Alquran Tematis. Terj. Ahmad Fawais Syadzili. Jakarta: Kharisma Ilmu.

Chazen, et al. 1983. Helping Your Children With Behavior Difficulties. Canberra, University Par Press.

Courtland L. Bovee &John V. Thill.2012. Business Communication. Edisi 9 Jilid 1. Bandung: Indeks

Dahlan. D. 2004. Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung: Percetakan. Remaja Rosdakarya

Daradjat, Zakiah. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta, Bumi Aksara.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2004. Pola Komunikasi Orang tua dan Anak dalam Keluarga. Jakarta; Rineka Cipta.

Doe, Mimi, Marsha Walch. 1998. Principles For Spiritual Parenting: Nurturing Your Childs Soul. New York: Harper Perennial.

Hurlock, ElizabethB. 2006. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.

Indrajaya, Titus, 2013. Pentingnya Ketrampilan Mendengar Dalam Menciptakan Komunikasi Yang Efektif. Jakarta: Bambu Apus

Kartono, Kartini. 1995. Psikologi Anak. Bandung: Mandar Maju.

Langgulung, Hasan. 2004. Manusia dan Pendidikan: Suatu Analisa Psikologis, Filsafat dan Pendidikan. Jakarta: Pustaka Al- Husna Baru.

Lestari, Sri. 2013.Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jakarta: Prenada Media Group .

Masnamar, Thohari. 1992. Dasar-dasar Konseptual Bimbingan dan Konseling Islami. Yogyakarta: UII Press.

Rosmansyah, Y.E, Perkembangan Anak.www.PerkembanganAnak.com,diakses tanggal 25 September 2016.

Santrock, John W. 2007. Perkembangan Anak. Jakarta: Erlangga.

Soedjatmiko, 2016.Stimulasi Dini pada Bayi dan Balita untuk Mengembangkan Kecerdasan Multiple dan Kreativitas Anak, 2016,www.IkatanDokterAnakIndonesia.com, Menaravisi, diakses tanggal 25 September 2016.

Soetjiningsih. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

Thalib, M. 1997. Memahami 20 Sifat Fitrah Orang tua. Bandung: Irsyad Baitus Salam.

Tim penyusun. 2013. Profil Anak Indonesia 2013. Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak.

Wawancara dengan ibu Asfihani orang tua dari Nana (usia lima)

Wawancara dengan ibu Khanifah (ibu dua anak)

Wawancara dengan ibu Khayatun (ibu satu anak)

Wawancara dengan ibu Lina orang tua dari Ardi (usia empat)

Wawancara dengan Jauhar (usia empat belas)

Wawancara dengan Lamkhatin orang tua dari Khodam (usia enam)


Full Text: PDF
DOI: 10.22515/bg.v1i2.403

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.