Meruntuhkan Budaya Kuasa dan Kekerasan pada Anak: Belajar dari Ki Hadjar Dewantara | Hakim | BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak

Meruntuhkan Budaya Kuasa dan Kekerasan pada Anak: Belajar dari Ki Hadjar Dewantara

Muhammad Andi Hakim

Abstract

Abstract

This research investigates the cultural power and violence to children in education and parenting activity. The theory of education developed by Ki Hadjar Dewantara is used to analyze the problem of the research. The data of this research were taken from the Ki Hajars book and the violence contemporary condition that flourish to children. The steps in analyzing the data were first: taking literatures about violence and Ki Hadjars theory, second: reading the texts in the book, third: identifying the cultural violence to children in their life, and fourth, formulating a concept model on education which friendly for children. The results of the analysis show that some thoughts of Ki Hadjar can be implemented to solve the cultural power and violence on the education and parenting activity. By applying Pancadharma, Trisaksi Jiwa, Tri Nga, Leadership Trilogy and Among pattern can give the better life for children.

Keywords: Violence, Culture, Parenting, Education

Abstrak

Penelitian ini mengkaji budaya kuasa dan kekerasan pada anak dalam pendidikan dan pola pengasuhan orang tua. Pemikiran, ajaran, fatwa dan falsafah pendidikan yang dikembangkan oleh Ki Hadjar Dewantara menjadi teori yang digunakan untuk membedah permasalahan dalam penelitian. Data penelitan berasal dari uraian buku pemikiran Ki Hadjar dan keadaan kontemporer kekerasan yang marak terjadi pada anak. Tahapan dalam analisis data yang dilakukan diantaranya studi literatur tentang budaya kekerasan dan pemikiran pendidikan Ki Hadjar, membaca teks dalam buku yang dikaji, mengidentifikasi budaya kekerasan pada anak dalam kehidupanya, dan memformulasikan konsep model untuk pendidikan ramah anak. Hasil telaah yang dilakukan menunjukan bahwa pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara dapat diimplementasikan untuk meruntuhkan budaya kuasa dan kekerasan pada anak dalam pendidikan dan pola pengasuhanya. Dengan menerapkan ajaran dan fatwa, Pancadharma, Trisaksi Jiwa, Tri Nga, Trilogi Kepemimpinan dan pola among dapat menjadikan kehidupan anak menjadi lebih baik.

Kata Kunci: Kekerasan, Budaya, Pola Asuh & Pendidikan

References


Aunullah, Indi (2006). Bahasa dan Kuasa Simbolik dalam Pandangan Pierre Bourdieu. (Skripsi S1). Yogjakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada

Hakim, Andi (2016). Fight Against Legitimate Language Violence to Childern; The Study of Critical Discourse Analysis in the Book of Anak Islam Suka Membaca Prosiding KOLITA 14 UKI Atmajaya

Hakim, Andi (2016). The Analysis of Symbolic Violence in Education; The Study of Critical Discourse Analysis in the Book of PAI dan Budi Pekerti Prosiding ICLCS LIPI

Rahayu, Ayu (2015). Penerapan Konsep Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Pembelajaran untuk Membentuk Peserta Didik Berkarakter Cerdas dan Berintegritas. Jurnal Edukasi Volume XI Nomor 1 September 2015

Supraptio (2013). Membongkar Kekerasan Simbolik dalam Pendidikan. Jurnal Edukasi Volume X September 2013


Full Text: PDF
DOI: 10.22515/bg.v1i1.64

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.