ANALISIS STRATEGI FUNDRAISING ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT DI ERA DIGITALISASI

Ade Yuliar

Abstract


Zakat potential in Indonesia is very large, but the potential has not been explored optimally. One of the challenges is how zakat institutions create innovative strategies of collecting zakat in accordance with the current millennial era. This study aims to analyze zakat fundrasing models that have been done by zakat institutions and also attempt to propose solutions to optimize zakat funding in the digital era. The results of the research formulate that digital era funding strategy must be in line with the revolutionary spirit of industry 4.0 characterized by digital-based. So far the fundraising strategy is not yet new, that is still conservative for example: not yet make the website become based on android, so website more accessible. Zakat institutions also should innovates zakat payment cooperation as online zakat (online payment or e-payment), for example cooperation through fintech and e-commerce. Suggestions and conclusions that all zakat institutions have similarities, no new strategy and zakat institutions should innovate in strategy.

 

Potensi zakat di Indonesia sangat besar, namun potensi tersebut belum tergarap secara maksimal. Salah satu tantangannya adalah bagaimana lembaga zakat menciptakan strategi inovatif dalam menghimpun zakat sesuai dengan era milenial saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model-model fundrasing zakat yang telah dilakukan oleh lembaga zakat dan juga berupaya memberikan solusi untuk mengoptimalkan pendanaan zakat di era digital. Hasil penelitian merumuskan bahwa strategi pendanaan era digital harus sejalan dengan semangat revolusioner industri 4.0 yang bercirikan berbasis digital. Sejauh ini strategi fundraising masih belum baru, yaitu masih konservatif misalnya: belum menjadikan website berbasis android, sehingga website lebih mudah diakses. Lembaga zakat juga harus melakukan inovasi kerjasama pembayaran zakat sebagai zakat online (pembayaran online atau e-payment), misalnya kerjasama melalui fintech dan e-commerce. Saran dan kesimpulan bahwa lembaga zakat memiliki kesamaan,yaitu tidak ada strategi baru dan lembaga zakat harus berinovasi dalam strategi fundraising.


Keywords


Penggalangan Dana, Era Digital, Lembaga Zakat

Full Text:

PDF

References


Badan Amil Zakat Nasional. 2014. Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 3 tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja BAZNAS Provinsi BAZNAS Kabupaten/Kota.

Moleong, Lexy. J. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS. 2017. Outlook Zakat Indonesia 2017.

Ariesta, O., & Palupi. (2016). Strategi Komunikasi Crowdfunding Melalui Media Sosial (Universitas Muhammadiyah Surakarta). Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/43865/.

Amil Zakat Nasional. 2014. Peraturan Badan Amil Zakat Nasional Nomor 3 tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja BAZNAS Provinsi BAZNAS Kabupaten/Kota.

Gufroni, Acep Irham, Iwan Wasandani dan Eni Sukmawati. 2014. Sistem Informasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Terintegrasi berbasis Web (Studi Kasus: BAZNAS Kota Tasikmalaya). Jurnal Sistem Komputer Vol. 4 No. 2, November 2014.

Hayatuddin,Kholis. 2020. Strategi Fundrising dalam Meningkatkan Penerimaan Dana Zakat di BAZNAS Karanganyar Pasca Pemberlakuan UU No.23 Tahun 2011. Jurnal Filantropi, Vol. 1 No. 1 Tahun 2020.

Huda, Nurul dan Tjiptohadi Sawarjuwono. 2013. Akuntabilitas Pengelolaan Zakat Melalui Pendekatan Modifikasi Action Research. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, Vol. 4 No. 3 Desember 2013.

Kasri, R. A., & Putri, N. I. S. (2018). Fundraising Strategies to Optimize Zakah Potential in Indonesia: An Exploratory Qualitative Study. Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics), 10(1), 1-24. https://doi.org/10.15408/aiq.v10i1.6191

Nurhablisyah. 2017. Perilaku Konsumen di Era Digital Tinjauan terhadap Pembaca HAI online. Jurnal Magenta, STMK Trisakti Vol. 1 No. 02 Juli 2017.

Purnamasari, D., & Firdaus, A. (2016). Analisis Strategi Penghimpunan Zakat dengan Pendekatan Business Model Canvas. Human Falah, 4 (2J(Desember), 260—285.

Rokhim, Nur Ade. 2019. Optimalisasi Penghimpunan Zakat Melalui Digital Fundraising. Jurnal Al Balagh, Vol. 4 No.1 Tahun 2019.

Syarifah, M. (2016). Budaya dan Kearifan Dakwah. Al-Balagh: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, /(1), 23. https://doi.org/10.22515/ balagh.v1i1.43

Utami, Suci dan Sulastiningsih. 2015. Strategi Penghimpunan Dana Zakat Pada Organisasi Pengelola Zakat di Kabupaten Bantul. Jurnal Riset Manajemen Vol.2 No.1 Juli 2015

Zaimah, N. R. (2017). Analisis Progresif Skema Fundraising Wakaf dengan Pemanfaatan E-Commerce di Indonesia. Anil Islam, /0(2), 285-316.

Buhari, Hariyanto. 2018. Strategi Penghimpunan Zakat. Tesis UIN Sunan Ampel Surabaya

Perdana. (2018, Desember 21). Zakat ASN Solo Rp 760 juta, Karanganyar Rp 12 miliar. Radarsolo.jawapos.com.

Saubani, A. (2018, Februari 23). Kemenag:Potensi Zakat Nasional

Capai Rp 217 Triliun. Republika.co.id.

http://pusat.baznas.go.id/visi-misi/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Filantropi : Jurnal Manajemen Zakat dan Wakaf

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.