REFLEKS PAN KE DALAM BAHASA TABA: LANGKAH AWAL MENGUJI HIPOTESIS ADRIANI DAN KRUYT (1914) | Burhanuddin | LEKSEMA: Jurnal Bahasa dan Sastra

REFLEKS PAN KE DALAM BAHASA TABA: LANGKAH AWAL MENGUJI HIPOTESIS ADRIANI DAN KRUYT (1914)

Burhanuddin Burhanuddin(1*)
(1) Universitas Mataram
(*) Corresponding Author
DOI : 10.22515/ljbs.v4i2.1816

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan refleks Proto-Austronesia (PAN) ke Bahasa Taba di Maluku Utara sekaligus untuk menguji hipotesis Adriani dan Kruyt (1914). Untuk menjelaskan permasalahan tersebut, secara metodologis digunakan metode wawancara kepada penutur bahasa Taba. Wawancara menggunakan 200 kosa kata dasar dan 500 kosa kata budaya. Analisis data menggunakan pendekatan top-down, metode perbandingan dan inovasi bersama sesuai yang terdapat dalam prinsip studi linguistik historis. Secara fonologis, bahasa-bahasa Austronesia Halmahera Selatan (termasuk Taba), menurut Adriani dan Kruyt (1914) terjadi penghilangan vokal akhir dan penghilangan bunyi tengah pada kata yang bertekanan silabe awal. Hasil Identifikasi ternyata, tidak semua vokal akhir PAN mengalami penghilangan dalam bahasa Taba, tetapi mengalami retensi dan inovasi. Begitu juga pada posisi tengah, sedikit sekali ditemukan data tentang hilangnya bunyi PAN tengah pada kata bertekanan pada silabe awal. Apakah hipotesis Adriani dan Kruyt (1914) tersebut berlaku pada anggota bahasa Austronesia Halmahera Selatan lainnya, perlu dikaji lebih lanjut.

Keywords


linguistik historis, retensi, inovasi, ciri fonologi

References


Adriani, N., dan Alb. C. Kruyt. 1914. De Bare’e-sprekende Toradjas van Midden-Celebes. Batavia: Landsdrukkerij.

Badan Bahasa. 2014. Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Blust, Robert A. 1978. Eastern Malayo-Polynesian: a subgrouping argument. Halaman 181-234 Nomor 61 Pacific Linguistics Series C. Dalam S.A. Wurm and Lois Carrington (eds). Second international conference on Austronesian linguistics proceedings. Canberra: Department of Linguistics, Research Schools of Pacific Studies, The Australian National University.

Blust, Robert A. 1983-84. More on the Position of the Languages of Eastern Indonesia. Oceanic Linguistics Journal, Nomor 22-23, halaman 1-28. Honolulu: University of Hawaii.

Blust, Robert A. 1993. Central and Central-Eastern Malayo-Polynesian. Oceanic Linguistics Journal, Nomor 32, halaman 241-293. Honolulu: University of Hawaii.

Blust, Robert A. 2013. The Austronesian Languages. Revision Edition. Canberra: Pacific Linguistics.

Blust, Robert A. and S. Trussel. 2014. Austronesian Comparative Dictionary. Available online at ww.trussel2.com/ACD .

Bowden, J. 2001. Taba: Descripstions of a South Halmahera Language. Canberra: Pacific Linguistics.

Burhanuddin, Sumarlam, Mahsun, dan Fernandez. 2016. Urgensi Studi Linguistik Historis Bahasa Subrumpun Halmahera Selatan-Papua Barat. Proceeding International Seminar Prasasti III, Current Research in Linguistics, page 184-189. Linguistics Postgraduate Program of Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Burhanuddin, Sumarlam, dan Mahsun. 2017. Kedudukan Bahasa Gebe di Halmahera Tengah Maluku Utara: Studi Pendahuluan dari Aspek Linguistik Historis. Jurnal Arkhais, Volume 8 Nomor 1. Jakarta: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.

Burhanuddin, Ahmadi, dan Yulida. 2018. Refleks PAN to Buli in North Maluku. In Advances in Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR), volume 148, Proceedings of The Sixth International Conference in Language and Arts (ICLA-6) page 113-121.

Burhanuddin, Sumarlam, Fernandez, dan Mahsun (2017) berjudul Kekhasan Aspek Fonologi dan Leksikal Bahasa Sawai di Maluku Utara Perspektif Linguistik Historis. Dalam Prosiding Seminar Nasional Kajian Mutakhir Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah untuk Membangun Kebhinekatunggalikaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Nomor 1 halaman 78-85

Burhanuddin. 2018. Internal Innovation of Taba in Northern Maluku Historical Linguistics Perspective. Jurnal Humanus, Volume 16 Nomor 2, 2018 halaman 239-247. Sumatera Barat: Universitas Negeri Padang.

Burhanuddin, Mahyuni, dan Sukri. 2019. Response to Adriani and Kruyt (1914): About South Halmahera-West New Guinea Feature. In Advances in Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR), volume 338, Proceding of The 5th International Seminar Prasasti, 7-8 August 2019, Surakarta, Indonesia: Universitas Sebelas Maret. Terindeks Web of Science. Atlantis Press.

Burhanuddin, Sumarlam, dan Mahsun. 2019. The Complexity of Phonological Change in South Halmahera Languages. Jurnal Dialectologia, Nomor 22, Tahun 2019. Barcelona: Universitas Barcelona.

Jumalia, Jumahir. 2016. The Genealogi Relationship of Language and Culture of South Halmahera Languages. Draf Disertasi. Makasar: Faculty Cultural Science Postgraduate Program Hasanuddin University.

Kamholz, David Christopher. 2014. Austronesians in Papua: Diversification and Change in South Halmahera-West New Guinea. Disertasi for Doctor of Philosophy. Berkeley: University of California.

Lewis, M. Paul dkk, ed. 2016. Ethnologue: Languages of the world. 17th edition. Dallas, Texas: Summer Institute of Linguistics, Inc.

Mahsun. 2013. Metode Penelitian Bahasa. Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Grafindo.

Masinambow, E.K.M. 1976. Konvergensi Etnolinguistik di Halmahera Tengah: Sebuah Analisa Pendahuluan. Semarang: IKIP Semarang Press.


Article Statistic

Abstract view : 21 times
PDF views : 52 times

Dimensions Metrics

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.