Important Notice

This is an archive system. You can read only in this site, for submission and publishing system please visit https://ejournal.uinsaid.ac.id/
KETERPAPARAN HOAKS VAKSIN COVID-19 DALAM PROSES KOGNITIF WARGANET INDONESIA | Handini | Academic Journal of Da'wa and Communication

KETERPAPARAN HOAKS VAKSIN COVID-19 DALAM PROSES KOGNITIF WARGANET INDONESIA

Handini Handini* -  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
Achmad Fadloli Mubarok -  CRCS UGM, Indonesia
Muhammad Abdul Kholiq -  Ketahanan Nasional UGM, Indonesia

DOI : 10.22515/ajdc.v2i2.3840

Artikel ini membahas fenomena keterpaparan hoaks vaksin COVID-19 pada warganet di Indonesia. Sejumlah penelitian terdahulu mengungkapkan bahwa fenomena tersebut muncul sebagai akibat langsung dari derasnya arus informasi hoaks di media digital. Meningkatnya jumlah pengguna internet serta lemahnya pengaturan negara dalam mengawasi lalu lintas informasi digital dianggap telah menciptakan lingkungan yang menyuburkan konten hoaks. Kondisi ini menempatkan warganet pada situasi yang rentan terpapar hoaks vaksin COVID-19. Namun, berbeda dengan kesimpulan tersebut, penelitian ini menemukan bahwa tingkat literasi digital warganet memiliki peran yang paling signifikan dalam fenomena keterpaparan hoaks vaksin COVID-19. Dalam hal ini, penerimaan informasi oleh pengguna media digital (user) perlu dilihat sebagai proses pengambilan keputusan yang dihasilkan oleh lingkungan-internal kognitif dirinya. Secara konseptual, seorang user yang mempercayai sebuah hoaks telah melewati proses membuat pertimbangan dan sampai pada tahap memutuskan satu pilihan sikap yang paling memuaskan bagi dirinya. Dengan menggunakan teori rasionalitas terbatas (bounded rationality), penelitian ini menjelaskan bagaimana keterpaparan informasi hoaks vaksin Covid-19 pada warganet berkaitan dengan keputusan mereka untuk mengakses informasi tersebut di media digital. Keterbatasan untuk mengoptimalkan sikap rasional ketika menanggapi informasi hoaks dan dampak negatifnya menyebabkan warganet cenderung menerima suatu info tanpa melakukan klarifikasi yang mendalam. Perilaku ini mendorongnya untuk mencari dan menerima informasi pendukung lain yang cenderung menguatkan narasi yang sudah dipercayai sebelumnya.
Keywords
Hoaks; Vaksin, COVID-19; Warganet
  1. Ali, M. (2017). Antara Komunikasi, Budaya dan Hoax. In A. Wahyudin & M. Sunuantari (Eds.), Melawan Hoaks di Media Sosial dan Media Massa. Yogyakarta: Trust Media Publishing & Askopis Press.
  2. Ansoriyah, F., Warella, Y., Purnaweni, H., & Hastuti, R. S. (2020). Responses to Pandemic Covid-19 by Mosque-Based Zakat Agency: Opportunities and Limitations in Zakat Management. DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies, 5(2).
  3. Arif, A. (2021). Memahami Nalar Penyangkal Pandemi. Retrieved from https://www.kompas.id/baca/ilmu-pengetahuan-teknologi/2021/06/23/memahami-nalar-penyangkal-pandemi
  4. Bafadhal, O. M., & Santoso, A. D. (2020). Memetakan Pesan Hoaks Berita COVID-19 di Indonesia Lintas Kategori, Sumber, dan Jenis Disinformasi. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 6(2), 235–249.
  5. Bakri, S., Zulhazmi, A. Z., & Laksono, K. (2019). MENANGGULANGI HOAKS DAN UJARAN KEBENCIAN BERMUATAN ISU SUKU, AGAMA, RAS, DAN ANTARGOLONGAN DI TAHUN POLITIK. Al-Balagh : Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 4(2).
  6. Berger, P. & Luckman, T. (1966). The Social Construction of Reality. New York: Penguin.
  7. Bistara, R. (2020). Polemik Agamawan dan Saintis Seputar Covid-19: Menilik Gagasan Integrasi Agama dan Sains Perspektif Mehdi Golshani. DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies, 5(2), 263–286.
  8. CNN Indonesia. (2021). Sejumlah Pedagang Pasar Menolak Divaksinasi. Retrieved from https://www.cnnindonesia.com/tv/20210218091825-434-607715/video-sejumlah-pedagang-pasar-menolak-divaksinasi
  9. covid19.go.id. (2021). Awas Hoaks: Vaksin Sinovac Memberi Efek Samping Pembesaran Alat Kelamin. Retrieved from https://covid19.go.id/p/berita/awas-hoaks-vaksin-sinovac-memberi-efek-samping-pembesaran-alat-kelamin
  10. F Alamsyah. (2021). Kasus Hoaks Vaksinasi dan Covid-19 Mencapai 2.500, Satgas: Ini Tantangan Pertama. Retrieved from https://www.tribunnews.com/corona/2021/04/10/kasus-hoaks-vaksinasi-dan-covid-19-mencapai-2500-satgas-ini-tantangan-pertama
  11. H.A Simon. (2000). Bounded Rationality in Social Science: Today and Tomorrow. Mind and Society, 1(1), hlm. 25-39.
  12. Hadi, M.D.S., Widodo, P. & Putro, R. W. (n.d.). Analisis Dampak Pandemi COVID-19 di Indonesia Ditinjau dari Sudut Pandang Keamanan Siber. Jurnal Kebangsaan, 1(1), hlm. 1–9.
  13. Hannan, A., Azizah, S., & Atiya, H. (2020). Dinamika Pesantren dalam Merespons Pandemi Covid-19 di Madura. DINIKA: Academic Journal of Islamic Studies, 5(2).
  14. Hasyim, S. (2020). Covid-19, Islamic Civil Society and State Capacity in Indonesia. ISEAS Perspective.
  15. Heryanto, G. G. (2017). Bisnis Hoaks dan Literasi Digital. Retrieved May 28, 2019, from https://mediaindonesia.com/read/detail/120440-bisnis-hoaks-dan-literasi-digital
  16. Iswinarno, C. & Sari, R. R. . (2021). Ini 3 Daerah Teratas yang Warganya Menolak Vaksin Covid-19, Nomor Satu DKI. Retrieved from https://www.suara.com/news/2021/03/23/190906/ini-3-daerah-teratas-yang-warganya-menolak-vaksin-covid-19-nomor-satu-dki
  17. Juditha, C. (2018). Interaksi Simbolik Dalam Komunitas Virtual Anti Hoaks Untuk Mengurangi Penyebaran Hoaks. Jurnal (PIKOM) Penelitian Komunikasi Dan Pembangunan, 19(1), 17–32. https://doi.org/10.31346/jpkp.v19i1.1401
  18. Juneja, P., & Mitra, T. (2021). Auditing E-Commerce Platforms for Algorithmically Curated Vaccine Misinformation,. In Proceedings of the 2021 chi conference on human factors in computing systems (p. hlm. 1-27).
  19. kompas.com. (2021). [HOAKS] Chip Microsoft Dimasukkan ke Vaksin Covid-19 Pfizer. Retrieved from https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/26/121000065/hoaks-chip-microsoft-dimasukkan-ke-vaksin-covid-19-pfizer?page=all
  20. Lewandowsky, S., D. (2021). The COVID-19 Vaccine Communication Handbook. A Practical Guide for Improving Vaccine Communication and Fighting Misinformation.
  21. Loomba, S. dkk. (2021). Measuring the Impact of COVID-19 Vaccine Misinformation on Vaccination Intent in the UK and USA. Nature Human Behaviour, 5(3), hlm. 337-348.
  22. Maqruf, R. D. (2021). BAHAYA HOAKS DAN URGENSI LITERASI MEDIA: STUDI PADA MAFINDO SOLO RAYA. Academic Journal of Da’wa and Communication, 2(1). https://doi.org/10.22515/ajdc.v1i1.3273
  23. Nuralam, C. (2021). Laporan Kominfo Soal Sebaran Hoaks Vaksin Covid-19: Jumlahnya Nyaris 700. Retrieved from https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4499286/laporan-kominfo-soal-sebaran-hoaks-vaksin-covid-19-jumlahnya-nyaris-700
  24. Pramono, G. E. (2020). Telaah Kritis Kejahatan Penyebaran Hoaks Saat Pandemi COVID-19. Jurnal Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Riau, 9(2), hlm. 304-317.
  25. Rahayu, K.Y., dkk. (2021). No Title.
  26. Rahayu, R. N. & S. (2021). Vaksin COVID-19 di Indonesia: Analisis Berita Hoax. Intelektiva: Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(7), hlm. 39-49.
  27. Ridlo, I. A. (2019). Hoaks anti-vaksinasi marak, bagaimana menyusun kebijakan kesehatan berbasis kebenaran ilmiah. Retrieved from https://fkm.unair.ac.id/hoaks-anti-vaksinasi-marak-bagaimana-menyusun-kebijakan-kesehatan-berbasis-kebenaran-ilmiah/
  28. S. M. Bere. (2021). Cerita Warga Satu Dusun di Alor Sembunyi di Hutan karena Takut Disuntik Vaksin Covid-19. Retrieved from https://regional.kompas.com/read/2021/02/18/09100011/cerita-warga-satu-dusun-di-alor-sembunyi-di-hutan-karena-takut-disuntik
  29. Saputra, R. R., Sulistyarini, & Imran. (2015). Peran Orang Tua Sebagai Agen Sosialisasi Pendidikan Dasar Anak Keluarga Pemulung Di Pontianak. Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 4(10), 1–10.
  30. Simarmata, J., Iqbal, M., Hasibuan, M. S., Limbong, T., & Albra, W. (2019). Hoaks dan Media Sosial: Saring Sebelum Sharing. Yayasan Kita Menulis.
  31. Singh, K., Lima, G., Cha, M., Cha, C., Kulshrestha, J., Ahn, Y.-Y., & Varol, O. (2021). Misinformation, Believability, and Vaccine Acceptance Over 40 Countries: Takeaways from the Initial Phase of the COVID-19 Infodemic. Retrieved from https://arxiv.org/abs/2104.10864
  32. Susilo, D., Putranto, T.D., & Navarro, C. J. S. (2021). Performance of Indonesian Ministry of Health in Overcoming Hoax About Vaccination Amid the COVID-19 Pandemic on Social Media. Nyimak Journal of Communication, 5(1), hlm. 151-166.
  33. Tsaniyah, N., & Juliana, K. A. (2019). Literasi Digital sebagai Upaya Menangkal Hoaks di Era Disrupsi. Al-Balagh : Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 4(1).
  34. Zuhri, A. (2020). Instagram, Pandemi dan Peran Influencer (Analisis Wacana Kritis pada Postingan Akun Instagram @najwashihab dan @jrxsid). Academic Journal of Da’wa and Communication, 1(2). https://doi.org/0.22515/ajdc.v1i2.2722

Full Text:
Article Info
Submitted: 2021-07-13
Published: 2021-11-05
Section: Articles
Article Statistics: 393 65