Peningkatan Hasil Belajar Konsep Dasar IPA Melalui Model Pembelajaran Jigsaw

Angga Dwi Prasetyo* -  Institut Agama Islam Negeri Surakarta

DOI : 10.22515/jenius.v2i1.3622

Indonesia termasuk kedalam negara dengan peserta didik yang memiliki kemampuan literasi, sains serta matematika rendah berdasarkan skor Trends In International Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018, hal ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti faktor internal maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi adalah pembelajaran yang terpusat pada pendidik dan metode penyampaian materi yang monoton, sehingga diperlukan suatu model pembelajaran yang interaktif, salah satunya model pembelajaran tipe jigsaw. Tujuan penelitian melihat pengaruh penerapan model jigsaw terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Metode yang digunakan quassy experiment dengan pengambilan sampel secara purposive sampling dan analisis data menggunakan uji N-gain di kelas 4D dan 4C mahasiswa PGMI IAIN Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan model jigsaw pada pembelajaran konsep dasar IPA dapat meningkatkan hasil belajar sebesar 0,72% yang termasuk kategori tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu penerapan model pembelajaran jigsaw juga dapat meningkatkan angka ketuntasan belajar pada peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi konsep dasar IPA.
Keywords
Konsep Dasar IPA, Hasil Belajar, Jigsaw
  1. Dickey, E. M. (2018). Trends in international mathematics and science study (TIMSS). Encyclopedia of Educational Reform and Dissent, 562–569. doi: 10.4135/9781412957403.n438.
  2. Herawati, L., & Irwandi, I. (2019, October). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar dan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 09 Lebong. In Seminar Nasional Sains & Entrepreneurship (Vol. 1, No. 1). Retrieved from http://conference.upgris.ac.id/index.php/snse/article/view/211.
  3. Indriwati, S. E., Susilo, H., & Anggrella, D. P. (2018). Penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lesson study pada matakuliah keanekaragaman hewan untuk meningkatkan kecakapan komunikasi dan hasil belajar kognitif mahasiswa pendidikan biologi. Jurnal Pendidikan Biologi, 9(2), 38–46.
  4. Jarre, A. R., & Bachtiar, S. (2017). Aktivitas dan hasil belajar kognitif siswa meningkat melalui penerapan model jigsaw. Jurnal Biologi & Pembelajarannya, 4(1), 26–33.
  5. Sulistijati, N. (2018). Peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa mata pelajaran sejarah materi perkembangan dunia pasca perang dunia ii melalui model pembelajaran aktif window shopping kelas xii. 8 semester 1 SMA Negeri 1 Bumiayu tahun pelajaran 2018/2019. DIALEKTIKA: Jurnal Pendidikan, 2(2), 63-74.
  6. Prasetyo, A. D., & Sasongko, H. (2014). Aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (garcinia mangostana l.) terhadap bakteri shigella dysenteriae dan bacillus subtilis sebagai materi pelajaran biologi sma kelas x untuk mencapai kompetensi dasar 3.4 kurikulum 2013. Jupemasi-Pbio, 1(1), 98–102.
  7. Ramdani, A., Jufri, A. W., Jamaluddin, J., & Setiadi, D. (2020). Kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep dasar IPA peserta didik. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 6(1), 119-124. doi: 10.29303/jppipa.v6i1.388.
  8. Rasidi, M. A., & Nuruddin. (2019). Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe windows shopping terhadap keterampilan berpikir kritis mahasiswa pgmi uin mataram. Jurnal Elementary, 2(2), 31–33.
  9. Riyanto, P. (2019). Pengaruh model pembelajaran jigsaw terhadap peningkatan kemampuan drible bola basket. Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES), 2(01), 59–67. doi: 10.35724/mjpes.v2i01.2069.
  10. Santoso, H., Riyanto, P., & Haris, I. N. (2018). Pengaruh model pembelajaran tutor sebaya (peer taeching) terhadap motivasi belajar pendidikan jasmani siswa. Biormatika: Jurnal ilmiah fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, 4(02), 68-80.
  11. Sugiyono. 2014. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta Rosdakarya.
  12. ________. 2015. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta Rosdakarya.
  13. Sujana, Atep. (2014). Dasar-dasar ipa: Konsep dan aplikasinya. Bandung: UPI PRESS.
  14. Sujana, I. W. C. (2019). Fungsi dan tujuan pendidikan Indonesia. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1), 29-39.
  15. Yetti, R. (2018). Model window shopping dalam pembelajaran membandingkan teks ulasan film pada siswa kelas xi tkr smk negeri 5 pekanbaru. Journal on Education, 01(01), 75–82.
  16. Yuhanna, W. L., & Retno, R. S. (2016). The learning of science basic concept by using scientifiq inquiry to improve student’s thinking, working, and scientific attitude abilities. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(1), 1–9. doi: 10.22219/jpbi.v2i1.2703.
  17. Yustiqvar, M., Gunawan, G., & Hadisaputra, S. (2019). Green chemistry based interactive multimedia on acid-base concept. Journal of Physics: Conference Series, 1364(1), 012006. doi: 10.1088/1742-6596/1364/1/012006.
  18. Zumroh, N., Rahayu, E. S., & Dewi, N. K. (2018). Keefektifan model pembelajaran window shopping dan pendekatan jelajah alam sekitar pada materi ekosistem. Journal of Biology Education, 7(2), 221–225. doi: 10.15294/jbe.v7i2.24269.

Full Text:
Article Info
Submitted: 2021-05-05
Published: 2021-06-23
Section: Articles
Article Statistics: 127 43