Analisis Penerapan Nilai Karakter di Sekolah Dasar Selama Pandemi COVID-19

Nikky Anisha Nikky Anisha* -  IAIN Surakarta, Indonesia
Kustiarini Kustiarini -  IAIN Surakarta, Indonesia
Dita Purwinda Anggrella -  IAIN Surakarta, Indonesia

DOI : 10.22515/jenius.v1i2.3657

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan menggambarkan kondisi dan faktor yang menghambat guru dalam menanamkan nilai karakter pada mata pelajaran tematik. Penelitian dilakukan di MI Muhammadiyah Karanganyar pada bulan Desember 2020 sampai Mei 2021. Subjek dalam penelitin ini adalah guru kelas IV pada matapelajaran tematik, informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah serta 3 peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian yaitu nilai-nilai karakter peserta didik sudah diterapkan, namun masih belum maksimal, nilai karakter yang dibentuk oleh guru diantaranya religius, disiplin, tanggung jawab, peduli dan percaya diri dalam berinteraksi dengan guru, dan belum sepenuhnya sesuai dengan kompetensi inti dalam kurikulum 2013, karena nilai karakter jujur belum tampak selama pembelajaran daring. Faktor yang menghambat guru dalam menanamkan nilai karakter yaitu, banyaknya jumlah siswa kelas IV, sehingga guru merasa kewalahan yang menyebabkan tidak maksimal dalam memantau aspek afektif semua peserta didik. Selain itu, kurangnya inovasi guru dalam memilih strategi pembelajaran juga menjadi faktor yang menyebabkan kurang maksimalnya menanamkan nilai karakter peserta didik.

Keywords
The role of the teacher, character values, thematic learning
  1. Abdullah, R. H. (2019). Tinjauan viktimologis terhadap tindak pidana perdagangan orang (human trafficking). Jurnal Yustika: Media Hukum dan Keadilan, 22(01), 55-63.
  2. Al Hafis, R. I., & Yogia, M. A. (2017). Abuse of power: Tinjauan terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh pejabat publik di Indonesia. Publika: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 3(1), 80-88.
  3. Anggraini, P., & Kusniarti, T. (2016). The implementation of character education modelbased on empowerment theatre for primary school students. Journal of Education and Practice, 7(1), 26-29.
  4. Arifin, Z., & Irsan, I. (2019). Korupsi perizinan dalam perjalanan otonomi daerah di indonesia. Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum, 5(2), 887-896.
  5. Arismantoro. (2008). Tinjauan berbagai aspek character building bagaimana mendidik anak berkarakter. Yogyakarta: Tiara Wacana.
  6. Arta, A. Y., Hendrayana, A., & Ihsanudin, I. (2020). Pengembangan pembelajaran daring matematika berbasis pendekatan kontekstual siswa SMP. Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika, 1(4), 353-366.
  7. Assidiqi, H. (2015). Membentuk karakter peserta didik melalui model pembelajaran search, solve, create, and share. Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 45-55. doi: 10.33654/math.v1i1.94.
  8. Baginda, M. (2018). Nilai-nilai pendidikan berbasis karakter pada pendidikan dasar dan menengah. Jurnal Ilmiah Iqra', 10(2), 1-12. doi: 10.30984/jii.v10i2.593.
  9. Balya, T., Pratiwi, S., & Prabudi, R. (2018). Literasi media digital pada penggunaan gadget (studi deskriptif penggunaan gadget pada siswa SMK broadcasting bina creative medan yang berdampak pada pergeseran nilai kearifan lokal). Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study, 4(2), 173-187. doi: 10.31289/simbollika.v4i2.1898.
  10. Basri, A. S. H. (2015). Fenomena tawuran antar pelajar dan intervensinya. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 12(1), 1-25. doi: 10.14421/hisbah.2015.121-06.
  11. Ismansyah, I., & Sulistyo, P. A. (2010). Permasalahan korupsi, kolusi, dan nepotisme di daerah serta strategi penanggulangannya. Jurnal Demokrasi, 9(1), 43-60.
  12. Kaitu, K. K. (2020). Tinjauan yuridis terhadap penyalahgunaan wewenang pejabat administrasi negara menurut hukum administrasi negara (Doctoral Dissertation, Universitas Sintuwu Maroso).
  13. Kaparang, O. M. (2013). Analisa gaya hidup remaja dalam mengimitasi budaya pop Korea melalui televisi. Acta Diurna Komunikasi, 2(2).
  14. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.4 Tahun 2020. Pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran coronavirus disease (COVID-19). Surat Edaran dari Kementerian RI, 2020. Retrieved from https://pusdiklat.kemdikbud.go.id/surat-edaran-mendikbud-no-4-tahun-2020-tentang-pelaksanaan-kebijakan-pendidikan-dalam-masa-darurat-penyebaran-corona-virus-disease-covid-1-9/
  15. Khusniati, M. (2014). Model pembelajaran sains berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan karakter konservasi. Indonesian Journal of Conservation, 3(1). doi: 10.15294/ijc.v3i1.3091.
  16. Kompas. (2021, Mei). Terbongkar, soal ujian akhir smp di jember bocor, bermula siswa tak mau kumpulkan HP, 48 murid ujian ulang. Bagus supriadi. Retrived from https://regional.kompas.com/read/2021/05/07/163309478/terbongkar-soal-ujian-akhir-smp-di-jember-bocor-bermula-siswa-tak-mau?nomgid=1&page=all.
  17. Kusrahmadi, S. D. (2007). Pentingnya pendidikan moral bagi anak sekolah dasar. Dinamika Pendidikan, 118-129.
  18. Laksana, L. S. K. (2015). Tinjauan kriminologi terhadap penyalahgunaan senjata api oleh anggota kepolisian republik Indonesia. Universitas Hasannudin, Makassar.
  19. Leslie, K. & Grier. (2012). Character, social– emotional, and academic outcomes among underachieving elementary school students. Journal of Education for Students Placed at Risk (JESPAR), 17(3), 201-216. doi: 10.1080/10824669.2012.672834
  20. Lynn, Revell & James, Arthur. (2007). Character education in schools and the education of teachers. Journal of Moral Education, 36(1), 79-92. doi.org/10.1080/03057240701194738
  21. Maryati, I., & Priatna, N. (2017). Integrasi nilai-nilai karakter matematika melalui pembelajaran kontekstual. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 6(3), 333-344.
  22. Maulidina, S., & Bhakti, Y. B. (2020). Pengaruh media pembelajaran online dalam pemahaman dan minat belajar siswa pada konsep pelajaran fisika. ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi Dan Aplikasi Pendidikan Fisika, 6(2), 248-251.
  23. Murniyetti, Engkizar, & Anwar, F. (2016). Pola pelaksanaan pendidikan karakter terhadap siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 6(2), 157-166.
  24. Nafisah, F. T. and Zafi, A. A. (2020). Model pendidikan karakter berbasis keluarga perspektif islam di tengah pendemi covid-19. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 1–20. doi: 10.21274/taalum.2020.8.1.1-20
  25. Nurgiansah, T. H., Sukmawali. (2020). Tantangan guru pendidikan kewarganegaraan di masa adaptasi kebiasaan baru. Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 17(2), 139-149.
  26. Peraturan Meneteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI, No 37 Tahun 2018. Perubahan atas peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan no 24 tahun 2016 tentang kompetensi inti dan kometensi dasar pelajaran pada kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2018. Retrieved from https://jdih.kemdikbud.go.id/arsip/Permendikbud%20Nomor%2037%20Tahun%202018.pdf.
  27. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.20 Tahun 2018. Penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2018. Retrieved from https://jdih.kemdikbud.go.id/arsip/Permendikbud_Tahun2018_Nomor20.pdf.
  28. Prabowo, S. H., Fakhruddin, A., & Rohman, M. (2020). Peran orang tua dalam pembentukan karakter anak di masa pandemi COVID-19 perspektif pendidikan islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 11(2), 191-207. doi: 10.24042/atjpi.v11i2.7806.
  29. Prayadi, J. S. (2010). Tinjauan viktimologis terhadap warga negara asing (WNA) yang menjadi korban kejahatan (studi di wilayah hukum polres lombok tengah) (Doctoral dissertation, Universitas Mataram).
  30. Rahman, F. (2011). Korupsi di tingkat desa. Governance, 2(1), 13-24.
  31. Ramdani, E. (2018). Model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal sebagai penguatan pendidikan karakter. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 1-10. doi: 10.24114/jupiis.v10i1.8264.g9053.
  32. Rawana, J. R., Franks, J. L., Brownlee, K., Rawana, E. P., & Neckoway, R. (2011). The application of a strength-based approach of students' behaviours to the development of a character education curriculum for elementary and secondary schools. The Journal of Educational Thought (JET)/Revue de la PenséeEducative, 45(16), 127- 144.
  33. Robandi, D. and Mudjiran, M. (2020). Dampak pembelajaran dari masa pandemi COVID-19 terhadap motivasi belajar siswa SMP di Kota Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 4(3), 3498–3502. doi: 10.31004/jptam.v4i3.878.
  34. Rohmawati, S., Sihkabuden, S., & Susilaningsih, S. (2019). Penerapan pendekatan saintifik pada mata pelajaran IPA di MTs putri nurul masyithoh Lumajang. Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 1(3), 205-212.
  35. Sadia, W. Arnyanan, I.B.Putu., Muderawan I.W. (2013). Model pendidikan karakter terintegrasi pembelajaran sains. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 2(2). doi: 10.23887/jpi-undiksha.v2i2.2165.
  36. Setiadi, W. (2018). Korupsi di indonesia penyebab, hambatan, solusi dan regulasi. Jurnal Legislasi Indonesia, 15(3), 249-262.
  37. Suasty, F., & Hadi, A. A. (2020). Penggunan media pembelajaran video untuk solusi penurunan pemahaman materi pembelajaran ketika belajar online akibat pandemic COVID-19. Milenial: Journal for Teachers and Learning, 1(1), 12-16.
  38. Syam, Nur. (2009). Tantangan multikulturalisme Indonesia: Dari radikalisme menuju kebangsaan. Yogyakarta: Kanisius.
  39. Walgito, Bimo. (2004). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.
  40. Widisuseno, I. (2018). Pola budaya pembentukan karakter dalam sistem pendidikan di Jepang. Kiryoku, 2(4), 221-230. doi: 10.14710/kiryoku.v2i4.48-57.
  41. Zafirah, A., Agusti, F. A., Engkizar, E., Anwar, F., Alvi, A. F., & Ernawati, E. (2018). Penanaman nilai-nilai karakter terhadap peserta didik melalui permainan congkak sebagai media pembelajaran. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 95-104. doi: 10.21831/jpk.v8i1.21678

Full Text:
Article Info
Submitted: 2021-05-24
Published: 2021-07-24
Section: Articles
Article Statistics: 127 96